Create my own eat, pray, and love :)

 

First of all,

Selamat Natal bagi yang merayakan yaa..semoga natal tahun ini membawa damai bagi kita semua ๐Ÿ™‚

Anywaaaayy, liburan natal kemaren gue ke jogja. pengennya sih sekarang nulis tentang trip jogja kemaren ya di blog, tapi foto-fotonya belum ditransfer sama temen gue (ehmmm @akangdavz ), jadi perhaps next week i’ll share the story :))

Gue lagi kebelet banget pengen cerita soal Eat, Pray, and Love. pada tau dong kan pastinya..buku karangan Elizabeth Gilbert yang kemudian diangkat jadi film dengan berjudul sama. Film ini berlatar belakang pemandangan-pemandangan indah di Italia, India dan Indonesia (Bali, tepatnya), dimana Liz menghabiskan waktunya bertualang mencari ‘jati diri’

Ini film udah lama, dan banyak kritikus film yang bilang kalo this movie’s sucks. Well, entah selera film gue yang rendah atau gimana, I do think that film ini tuh bagus banget! Tadi malem diputer ulang di HBO, dan meskipun gue udah nonton berapa kali, gue masih amazed. pengen banget kaya Liz, yang keliling dunia sendirian for the sake of nyari jati diri.

Nonton film ini (anyway gw belum baca bukunya..mahal cin! ada yang mau beliin buat kado ultah/natal/tahun baru? ;;) ) gue jadi ngiler setengah mati waktu Liz lagi di Italia, simbol “eat”nya. She eats everything, dan semua makanan itali itu terlihat bener-bener lezat! You know, the pizzas, the pastas, the wine..everything! dan lucu ngelyat bagaimana orang-orang Italy itu begitu ekspresif dalam mengungkapkan perasaan, yang kalo ngomong mereka pasti pake gerakan tangan yang heboh :))

Terus terus, waktu dia di India..where she “pray”. Keliatan banget jomplangnya India dibandingkan Italia yang penuh orang-orang bule-bule ganteng dengan gaya hidup yang laid-back, terus ke India yang sibuk, banyak beggars and stuff. Di India Liz juga gaya hidupnya langsung berubah, dari eat all day to pray all day. meditasi, yoga, kerja di komunitas sosial. Bener-bener dilyatin kalo, pray is not easy, but eventually we’ll get it. Yang paling gue suka di India ini sih, scene pernikahan cewe India temennya Liz.

Then she goes to Bali, ketemu Ketut Liyer, the “dukun”. Bali tempat Liz tinggal ini juga keliatannya enak banget, di Ubud yang sejuk dan tenang, jauh dari riuh-riuh di Kuta. Kalo gak salah (CMIIW), ada dilyatin juga scene di pantai padang-padang ya? been there, and its sooo beautiful!

Gak salah kan kalo setelah gue nonton berulang kali film ini, gue tuh pengen ngerasain gitu juga..having my own Eat, Pray, and Love. travelling around the world by myself, just for the sake of nyari jati diri. Alhamdulillah banget kalo bisa nambah temen dan juga bantu penduduk lokal, kaya yang Liz lakuin.

I do believe in thing called “Law of Attraction”. If we want something and our mind constantly saying and believe in it, it will happen eventually. Jadi, siap-siap dari sekarang mau kemana, buat this so-called”eat,pray,love” journey! ๐Ÿ˜€

Eat

At first, I couldn’t find a better country to “eat” than Italia. tapi masa sama sih sama Liz Gilbert..beda dong. Setelah gue search kemana-mana, negara yang terkenal dengan makanannya itu Prancis, Italy, dan Jepang. Berhubung makanan prancis roti-rotian elegan yang mahal-mahal..gue harus coret negara ini dari daftar kunjungan. Jepang? well, banyak makanan, dan favorit gue juga sih mulai dari sushi, tempura, sukiyaki, dan kawan-kawannya, tapi akomodasi negara ini cukup mahal. Lagian juga, “eat” disini juga bukan cuma berarti makan, tapi how to enjoy your life. kayak quotes di film Eat, Pray, and Love: “Dolce fal niente” or “the sweets of doing nothing”. Sedangkan Jepang, terutama Tokyo adalah kota dengan pace yang cepat, gak sesuai dong dengan filosofinya…

Setelah gue search..it’s Thailand! Negara ini terkenal murah akomodasi, santai, full of party dan makanannya juga sedep-sedep. Gue dapet info dari temen gue, seafood di Thailand harganya cuma 30 bath aja, alias cuma Rp 9.000! Belum lagi, negara ini sesuai dengan filosofi “eat”, santai, fun, laid-back. So, Thailand it is!

Eat in Thailand

Pray

Tujuan gue cuma 1: Tibet! negara atap dunia yang terletak di pegunungan Himalaya ini menurut gue merupakan salah satu tempat paling spiritual di dunia. Don’t tell my mom, but I’m really interested to learn about ajaran agama Buddha. In my own opinion, agama Buddha itu agama yang paling damai, dan gue juga sedikit banyak udah baca tentang beberapa ajaran Sang Buddha dan cukup tertarik untuk mempelajari lebih lanjut. Gue pengen banget, ngerasain dinginnya udara pegunungan Himalaya di Tibet, sambil berusaha berdoa or the so called-mencari-jati-diri.

Tibet

Love

Naaaah ini nih yang bikin bingung. Jujur gue sampe sekarang gak tau, destinasi “love” itu yang kaya gimana. I mean, Liz Gilbert found her love in Bali, which is in a form of a brazilian man. Sedangkan gue, pengennya mah jodoh gue orang Indonesia, bukannya bule *eeaaaa

Tapi kan bukan berarti di luar negri gak ada orang negara kita dong? lagian “love” disini menurut gue adalah dimana lu akhirnya ketemu “the perfect balance” antara “eat” dan “pray” yang udah lu jalanin di dua negara yang berbeda tadi.

dan gue masih belum dapet jawabannya…..:p anyone?

Anyway, gue juga udah mikirin “skenario dalam negri” kalo misalnya gak sempet ke luar negri atau gak ada waktu. (atau gak ada duit..hiks). di Indonesia, EAT itu bisa di Bandung atau Bogor, PRAY di Ubud atau Borobudur, dan LOVE itu…Jakarta! yes, I dream about meeting the love of my life di antara gedung-gedung tinggi di Jakarta, atau pas lagi nunggu kereta di Stasiun Sudirman..norak ya hihihihi

Lampion saat Waisak di Candi Borobudur

 

 

Gue udah bisa ngebayangin, temenan sama binan-binan cihuy yang seru di Thailand, trus pray in silence sama pilgrim-pilgrim di Tibet. Aww can’t wait!

So, what’s your eat,pray,and love? tell me! ๐Ÿ™‚

 

 

Liz Gilbert

โ€œPeople think a soul mate is your perfect fit, and that’s what everyone wants. But a true soul mate is a mirror, the person who shows you everything that is holding you back, the person who brings you to your own attention so you can change your life.

A true soul mate is probably the most important person you’ll ever meet, because they tear down your walls and smack you awake. But to live with a soul mate forever? Nah. Too painful. Soul mates, they come into your life just to reveal another layer of yourself to you, and then leave.

A soul mates purpose is to shake you up, tear apart your ego a little bit, show you your obstacles and addictions, break your heart open so new light can get in, make you so desperate and out of control that you have to transform your life, then introduce you to your spiritual master…โ€
โ€• Elizabeth Gilbert, Eat, Pray, Love

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s