(Dont) Be Spontaneous When Traveling

For some people, hal yang paling menyebalkan dari traveling adalah packing. Buat gue, yang ngerepotin bukanlah packing, tapi buat planning alias itenerary.

Misalnya gini, udah beli tiket mau liburan, say, ke Bali selama tiga hari. kalau salah perencanaan, bisa-bisa tiga hari malah kebuang sia-sia, dan tempat yang bagus justru terlewatkan.

Dulu gue menganut prinsip “Be spontaneous!” alias no plan, just let it flow. but hey, only dead fish that go with the flow, right? dan menurut temen gue, planning dalam traveling itu sangat penting. you dont wanna end up with disappointing trip just because you dont have a plan.

Pengalaman menyusun itenerary gue yang pertama itu waktu liburan ke Bali tahun 2010 sama temen-temen. Penginapan udah dapat, mobil udah dapat, tiket udah beres, dan tinggal nyusun kemana aja bakal pergi selama 6 hari.

Tell you what, it’s not easy, nyusun itenerary itu. But here’s the tips:

1. Sebelum nyusun, siapin peta tempat yang mau lu kunjungin. waktu itu gue bentangin peta bali gede-gede. gue pake dua macam peta, satu peta lokasi, satu peta lokasi wisata.

2. Googling tempat-tempat mana aja yang ‘hits’, pantes buat dikunjungin, dan juga sesuai sama kesukaan si traveler. Contohnya gini, gue karena udah tau karakter temen-temen gimana, jadi gampang nyari tempat-tempat yang mau dikunjungin di Bali. dari sekian banyak tempat, kita memang lebih banyak milih tempat hits yang mengutamakan keindahan alam. Kaya misalnya ke Ubud, meskipun disitu yang hits adalah keseniannya, galer-galerinya, but we decided not to go there because we didn’t really fond to that.

3. Setelah dapet tempat yang mau dikunjungin, cek lokasinya. googling aja lagi. cek juga ajrak dari satu tempat ke tempat lain berapa jam. dan atraksi wisata yang ada di sana bukanya sampe jam berapa. Misalnya kaya waktu gue ke Bali itu, tadinya kita mau ke Pantai Lovina buat ngelyat lumba-lumba. tapi karena Lovina cukup jauh dan lumba-lumbanya cuma ada pagi-pagi, kita batalin. Untungnya kita gak langsung pergi kesana, karena bisa-bisa rugi waktu di jalan.

4. Setelah disusun sedemikian rupa, bikin jadwalnya lengkap dengan waktu dan biaya yang akan dihabiskan di tempat tersebut. maksimalkan efisiensi waktu, jadi gak wasting time.

4. Setelah semua disusun dengan tepat, susun ‘kepanitiaan’ kecil. yes, i know, its a holiday. tapi harus tetep terorganisir bukan? apalagi kalo liburannya sama banyak orang. banyak kepala, banyak ide, salah-salah bisa bikin konflik. Karena itu, tentuin siapa the elader of this journey. trus juga siapa yang megang uang, siapa yang tanggung jawab ketepatan rundown, dsb. I’ve been there, dan liburan gue bener-bener teratur dan efisien.

5. Always prepare for the Plan B. Serapih-rapihnya planning, pasti ada aja hal yang tak diinginkan terjadi. karena itu, selalu siapin plan cadangan, kalau perlu dua plan cadangan. Jadi gak panik dan repot kalau plan pertama gagal.

Gue juga baca blog orang ini, yang juga ngebahas soal itenerary. oke banget deh dia, rapih!

Gue pernah juga buka nulis di sini, tentang website-website yang bisa setting itenerary secara otomatis! sayangnya, cuma bisa dipake di tempat-tempat wisata di luar negri 😦

Happy traveling!

Bali, 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s