Who Says Jakarta Always About Pollution?

Oke, ini sebenarnya cerita udah lama…

Jadi, awal maret lalu saya beserta teman-teman yang segambreng jumlahnya pergi berlibur ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta…tepatnya Pulau Tidung. Kenapa Pulau Tidung? Karena letaknya yang gak jauh dari Jakarta, dan lautnya yang bersiih dan juga fasilitas yang lumayan lengkap dan yang paling penting murah banget! *ini alasan utama! ahhahahaha*

Biaya ke Pulau Tidung selama 2 hari 1 malam hanya Rp280 ribu per orang. Itu sudah termasuk tiket kapal Jakarta-Tidung, Penginapan, Makan 3x, Snorkeling+alat, Barbeque, Sewa sepeda, dan dokumentasi underwater. Supeer murah sekali bukan? Apalagi saya dan teman-teman sudah lama sekali gak liburan bareng, karena kesibukan kita yang dijarah oleh kerasnya Jakarta. Tidung merupakan pilihan tepat karena bisa diambil waktu akhir minggu, sehingga gak perlu ambil cuti kantor.

So, berangkatlah kita Sabtu pagi, 3 Maret 2012. meeting point di Muara Angke, dilanjutkan perjalanan kapal selama kurang lebih 3 jam. Sebelum berangkat, sepupu saya sudah mewanti-wanti bahwa perjalanan di kapal akan terasa sangaaat membosankan dan cukup membuat mual bagi yang gampang mabuk perjalanan. Untuk mengantisipasi keadaan, kita semua minum obat anti mabuk yang biasa disebut ant*mo and it works! Selama perjalanan kita cuma terjaga selama satu jam, sisanya tertidur pulas, bangun-bangun sudah sampai di Tidung.

Sesampainya di Tidung, udara pantai yang panas langsung menyergap. Kita langsung dipandu oleh seorang pemandu wisata yang aduh lagi-lagi saya lupa namanya. Dari dermaga Tidung ke penginapan itu berjalan kaki, kira-kira mungkin sekitar 500 meter atau lebih. Ternyata, Tidung memang didesain sebagai pulau wisata yang pendapatan penduduknya sebagian besar berasal dari sektor ini. Terlihat dari banyaknya rumah-rumah penduduk yang disewakan untuk wisatawan, serta penyewaan sepeda dan alat-alat snorkeling disana sini.

Sampailah kita di penginapan yang sebenarnya merupakan rumah penduduk. Kamar dua, dengan ruang keluarga besar yang diberi kasur dan AC. Di dapur sudah siap makan siang dan di dalam kulkas tersedia es kelapa. Semuanya gak berumur lama, karena langsung ludes dilahap teman-teman saya. Kata Bapak pemandunya, after makan siang kita siap-siap untuk snorkeling.

After makan siang, ada waktu sedikit sebelum snorkeling. Kita melihat sepeda sudah disiapkan di luar, so we decided to cycling around the island for a while. Jalanan pulau Tidung itu kecil, hanya cukup untuk sepeda dan sepeda motor saja. Tapi jalanannya bagus, tanpa lubang, jadi kalau cycling nyaman šŸ˜€

Setelah sepedaan sekitar 20 menit, kita balik ke penginapan dan siap-siap untuk snorkeling. Peralatan udah disiapin, meskipun seperti biasa pada heboh sendiri nyari yang pas. Ternyata untuk naik kapal menuju tempat snorkeling, kita tinggal berjalan kaki sedikit aja dari penginapan, sekitar 100 meter. Kapal membawa kita ke daerah Pulau Aer (CMIIW), sekitar 30 menit dari Pulau Tidung.

Pertama kali saya mencoba snorkeling itu waktu ke Bali, tepatnya di Tanjung Benoa. Waktu itu snorkeling sebentar sekali, hanya 30 menit. Arus Tanjung Benoa pun cukup kencang, jarak pandang juga tidak terlalu jauh, mungkin hanya sekitar 2 meter.

Sedangkan di Tidung ini, it was awesome! Jarak pandang bisa sampai sekitar 5 meter, mungkin. Terumbu karangnya banyak sekali, dan airnya sangaat jernih. arusnya juga cukup tenang, jadi bagi yang belum pernah snorkeling atau gak bisa berenang ini aman banget. Dengan sotoy-nya disini saya snorkeling tanpa pake fin atau kaki katak, karena lebih ringan dan bebas kemana-mana, hehehehe.

Saat snorkeling, teman-teman sibuk foto underwater. Kesalnya…hasil foto mereka bagus-bagus! huhuuu..saya gak dapet satu foto snorkeling pun yang oke. Setelah sekitar 45 menit disini, kami pun dipanggil oleh si Bapak Pemandu. Iseng, saya bilang ke si bapaknya untuk membawa kita ke tempat snorkeling lain yang lebih sepi.

Dia setuju, dan kita berlayar lagi sekitar 30 menitan. Tempat yang satu ini saya gak tahu dimana, tapi memang tidak ada kapal lain selain kapal kita. arusnya lebih kencang daripada lokasi pertama, tapi terumbu karangnya lebih bagus! ikan-ikan tropisnya juga lebih banyak, sayang stok dokumentasi underwaternya sudah habis waktu kita sampai disini. Gara-gara tidak memakai fin lagi disini, kaki, lutut dan tangan saya banyak tergores karang XD *tips: jangan pernah lepas fin saat snorkeling. Masih untuk kalau cuma tergores karang, kalau terinjak bulu babi gimana?*

Di lokasi kedua sekitar 20 menit, kemudian kita balik lagi ke penginapan. Mandi, bersih-bersih dan istirahat sebentar, kita kembali cycling lagi. Kali ini, ke Jembatan Cinta, hot spotnya Pulau Tidung. Katanya, biasanya wisatawan dare him/herself untuk melompat dari jembatan setinggi sekitar 3 meter ini ke laut, saya juga gak tau tujuannya apa ahhahaha. Kita di jembatan cinta sekitar jam 5 sore, udah mulai gelap dan anginnya kencang. Tapi meski gelap, terumbu karang juga masih jelas keliatan dari atas jembatan itu. Jembatan cinta ini memanjang hingga sekitar 200 meter, menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil.

Karena udah malam, kita balik ke penginapan untuk makan malam & barbeque. Tadinya, BBQ itu harusnya di tepi pantai, tp berhubung mendadak hujan, dipindahkanlah ke penginapan…We spend the rest of the night in the house, laughing and playing games.

Besoknya, jam 9 kita udah pada ready untuk pergi (lagi) ke jembatan cinta. kali ini bener-bener untuk foto-foto, sampe pada niat pake baju putih semua hahahahha. It was great, one of my friend bahkan end up loncat dari atas jembatan cinta. pengen nyoba sih…tapi berhubung udah mau pulang dan males mandi lagi jadi gak jadi deh.. *ini alesan doang kayanya*

So that was it! Balik ke Muara Angke, Jakarta dari Tidung jam 1. Kita sampe Jakarta sekitar jam 3an, udah exhausted banget. But really, saya gak pernah nyangka di wilayah Jakarta bisa snorkeling. It was awesome! Im still looking forward to visit the other Kepulauan Seribu’s Island, kaya Pulau Bira, Pulau Pari dan Pulau Perak. Mudah-mudahan bisa pergi lagi šŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s