Ah, Jakarta.. :)

(this post is not really about traveling skip if you looking for travel story)

 

Setiap orang pasti punya suatu kota yang menjadi tempat impiannya untuk menghabiskan hari tua nanti. Biasanya tempat itu adalah wilayah pedesaan, atau kota kecil yang tenang dan sejuk.

Buat saya, tempat impian untuk menghabiskan masa tua itu yaa..disini. di kota yang sekarang jadi tempat saya mencari nafkah. Jakarta.

Banyak orang tidak suka dengan kota ini. Macet, polusi. tingkat kriminalitas tinggi. ramai. membosankan. dan sejuta kata lainnya yang menggambarkan ibukota Indonesia ini sebagai sebuah tempat yang ruwet dan tidak layak untuk ditinggali.

Buat saya, Jakarta adalah tempat yang indah. saya cinta kota ini, saya suka berdiri sambil mendongak memandangi gedung-gedung tinggi di sekitar jalan sudirman. Saya suka duduk di Taman Surapati, sambil mendengar alunan biola dari seniman jalanan. Saya suka duduk menunggu kereta commuter line datang di Stasiun Sudirman. Saya suka duduk di kursi barisan paling depan bis transjakarta, memandangi lampu mobil yang kerlap-kerlip menghiasi kota.

Ya, saya memang aneh. tapi saya benar-benar jatuh cinta dengan Jakarta. Mungkin ada hubungannya dengan masa kecil dan remaja saya yang dihabiskan di kota kecil. Sejak lahir, saya belum pernah tinggal di kota besar. Well, mungkin sekali waktu di Medan. tapi menurut saya, Jakarta is the “It” city. Impian saya, punya apartemen di Jalan Sudirman atau di Kuningan Epicentrum, dan menghabiskan masa umur 20 sampai 30an tahun di apartemen itu.

Saya juga berharap, suatu hari saya akan jatuh cinta juga di kota ini. Bertemu dengan si calon pasangan diantara antrian bus transjakarta, atau ketika menunggu kereta di Stasiun Sudirman. Atau mungkin di atas atap kantor, sambil memandangi lampu kota. (yeaaah I know. Silly).

Salah satu alasan lagi saya cinta kota ini, adalah karena menurut saya Jakarta selalu punya tempat untuk menyendiri, tanpa merasa sepi. Beda dengan Bandung atau Bogor, yang lebih nikmat bila dijelajahi bersama pasangan. Di Jakarta, bila sedih saya bisa pergi kemanapun tanpa harus merasa kesepian. Saya bisa pergi sendiri melihat ikan-ikan di Seaworld, atau duduk sendirian sambil menyesap kopi seharga Rp3000 di depan Bundaran HI. Saya bisa sekadar duduk di depan FX Sudirman, atau bersantai di taman Perpustakaan Freedom di Cikini.

Yang jelas, di balik ruwet, bising, polusi, dan padatnya Jakarta, somehow saya selalu bisa melihat sisi baik kota ini. Saya gak tau sampe kapan saya akan selalu girang ngelyat pengamen bawa ondel-ondel di depan kantor, atau ngelyat lampu jalanan yang rame sama bule-bule di Sabang. Yang pasti untuk saat ini, This city’s never stop amazed me 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Ah, Jakarta.. :)

  1. Pingback: Tentang 5cm dan Yang Lainnya | The Travel Journos's Story

  2. Pingback: Raja Ampat Rasa Jakarta | The Travel Journos's Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s