Item-Item Panas!

Kalau boleh memilih, mau pilih tinggal di negara dengan iklim panas alias tropis seperti sekarang ini, atau iklim empat musim yang ada saljunya? Saya sendiri milih tempat yang dingin, karena menurut saya, kalau dingin itu bisa dihalau dengan pakai baju setebal-tebalnya. Lah kalau panas? udah naked pun masih berasa panas, ya nggak? ;;)

Anyway, ini saya mau cerita pengalaman saya traveling ke dua tempat panas terik super tropis dua bulan terakhir ini. Pokoknya gara-gara traveling ke dua tempat ini, saya sukses jadi keling sampe sekarang. (emang dasarnya udah item juga sih, hehehe..)

Jadi pertengahan September lalu, saya ditugasin untuk ngeliput acara Sail Morotai di Pulau Morotai, Maluku Utara. Saya excited banget waktu dapet tugas ini, selain karena durasinya yang lama, seminggu full, ini juga pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Indonesia Timur. Cihuy, akhirnya salah satu list di bucket list saya berhasil ke coret juga.

Berangkatlah saya, dan gak langsung ke Pulau Morotai juga sih. Dari Jakarta saya naik pesawat ke Ternate, stay di sana dua setengah hari, baru ke Morotai. Sebelum pergi, saya googling foto-foto Morotai, yang keluar pastilah gambar pantai pasir putih yang menghubungkan dua pulau. Cantik banget!

Sesampainya di Pulau Morotai, satu hal yang langsung saya sadari. PANAS BOK….. gile! Ya, wajar sih ya, namanya juga daerah pantai. Apalagi kerjaan saya di hari pertama di Morotai itu ikut pesiarnya veteran-veteran perang ke pulau-pulau di sekitar Morotai. Which is..saya bener-bener bakal ditemenin teriknya matahari.

Kapal pesiar veteran perang itu sebenarnya kapal riset, Baruna Jaya. Dek-nya cuma dikasih terpal aja biar gak kepanasan, gak ada atepnya. Ya kalo gak kuat, harus ke dalem kapal, ngadem di bawah AC. tapi berhubung tugas..ya wajib lah pastinya di dek terus.

Dan itu perjalanan dimulai pukul 11.00 WIT. Perhentian pertama ke Pulau Zum-zum. Pulaunya kecil, pasir putih gitu. Begitu sampe, masyaallah panas banget! Saya yang biasanya tahan panas (the benefit of having dark skin, hehehe..) jadi mendadak gak kuat. Kulit perih-perih dan memerah. Akhirnya saya di pulau ini gak lama-lama, cuma foto-foto buat keperluan kantor terus langsung balik lagi ke kapal.

Selanjutnya, kita ke Pulau Dodola. Naaaahh..Pulau Dodola ini adalah gambar yang muncul kalo lo search ‘morotai’ di google image. Dan pulau ini luar biasa cantik banget! Pulaunya sebenernya ada dua, Dodola kecil & Dodola Besar. Kedua pulau ini dihubungin sama jalur pasir putih yang muncul kalau air laut lagi surut.

Pulau Dodola

Di pulau ini, saya dan teman-teman wartawan lainnya puas-puasin berenang. Dan pada saat itu waktu udah menunjukkan pukul 15.00 WIT, tapi mataharinya kayak jam 12.00 teng! Gilee emang di Morotai, panasnya kaga ilang-ilang meski udah sore juga.

Dari Pulau Dodola kita balik lagi ke pelabuhan Morotai. Dan karena panasnya, baju saya yang basah abis berenang di Dodola aja sampe bisa kering selama perjalanan pulang di kapal!

Hari-hari selanjutnya di Morotai kurang lebih ya seperti itu deh. Yang jelas selama di sana, saya gampang banget dehidrasi karena terik matahari. Jadi dikit-dikit pasti beli minum dingin terus.

Sunset di Morotai

Pulang dari Morotai, saya sukses jadi item mutlak. Iya lah…saya sama sekali gak pake sunblock selama di sana (my bad..karena gak prepare! huhuhu..) Pokonya sejak pulang, saja jadi rajin maskeran, cuci muka dll, untuk mengembalikan warna asli kulit (yang sebenernya emang dasarnya item). tapi…

Dua minggu kemudian saya kembali ditugaskan ke daerah pepantaian lagi. Kali ini tepatnya ke Kepulauan Krakatau di Selat Sunda, ikut sama Javas Tour.

Untuk sampai ke Kepulauan Krakatau ini, saya pertama harus ke Pelabuhan Merak dulu dari Jakarta. Baru setelah itu, naik feri ke Bakauheni, dilanjutkan naik perahu motor ke Pulau Sebesi. Dari Pulau Sebesi, naik perahu lagi ke Pulau Krakatau selama empat jam. Jauh, ya?

Saya sampai di Pulau Krakatau itu pukul 11.00 WIB. Sampai di pulau Krakatau, yang paling menarik perhatian saya adalah pasir pantainya yang berwarna hitam legam. Gak salah, karena Pulau Krakatau kan pulau vulkanik yang terbentuk dari letusan Gunung Krakatau.

Tujuan kami adalah mendaki sampai ke Puncak Gunung Anak Krakatau. Kata temen saya yang udah pernah kesana, pemandangan dari puncak itu cantik banget! Bayangin aja ada di atas gunung sebuah pulau, dengan pemandangannya pulau-pulau kecil di sekelilingnya.

Pas ngelyat jalur pendakiannya, saya mikir,”ah, pasti bisa nih,” (seperti biasa sotoy-nya kambuh). Apalagi guide kami bilang, untuk sampai ke puncak itu hanya butuh waktu 1 jam saja. Oke! Saya bersiap mendaki sampai ke puncak.

10 menit pertama…lancar, masih jalan sambil ketawa-ketawa.
20 menit…mulai ngos-ngosan, dikit-dikit minum, jalurnya juga udah mulai vertikal.
30 menit…berhenti. gak kuat, saya duduk istirahat di bawah rimbunan pohon.

Saya gak percaya, kok segini capeknya ya? Jalurnya krakatau ini emang beda dari Gunung Gede, karena seluruh jalurnya terbuat dari pasir. Jadi, naik satu langkah, turun merosot dua langkah. Ditambah lagi, pasirnya itu panas banget! Yaiyalah..udah tengah hari.

Saya bertekad ngelanjutin perjalanan sampe puncak, karena sebenarnya saya ngerasa stamina masih kuat. Tapi akhirnya…saya berhenti dan balik ke rimbunan pohon tadi. Kenapa? Kaki saya rasanya kayak kebakar! Padahal saya udah pake sepatu tertutup, sneaker converse. Tapi pasir-pasirnya masih masuk ke sepatu dan itu panas banget. kaki berasa melepuh.

Saya kira saya yang lebay. Ternyata pas buka sepatu, emang bener itu pasir bikin kaki melepuh, kaki saya jadi bolong-bolong dan terkelupas. Hiii…ternyata, kalau mau aman naik ke Krakatau, harus pakai sepatu gunung yang bener-bener tertutup dan pake kaos kaki. penting!

Jalur pendakian ke puncak Anak Krakatau

Setelah dari pulau Krakatau, kita snorkeling. Iya, tengah hari lagi. Terus selama perjalanan hopping island, saya kebanyakan duduk di atep perahu. Alhasil, kembalilah kulit saya yang belum berhasil memutih sepulang dari Morotai kembali menghitam lagi. huhuu..

Bukan kecentilan kakinya, tapi kepanasan! :p

Tapi saya gak nyesel-nyesel banget sih jadi item. Buat saya, ke pantai gak item mah sama aja boong! hehe..tapi sekarang saya jadi bener-bener wajib kudu pake sunblock klo ke pantai. Selain karena nyokap saya yang marah-marah mulu kalau saya pulang-pulang tugas mendadak jadi item, sunblock juga perlu biar kulitnya gak perih pedih. Dan gak mau item-item banget juga sih sekarang..hehehe ;P

But Still! Biar item, saya gak nyesel pergi ke dua tempat tadi, karena saya dapet pengalaman yang gak ada duanya. Di Morotai, saya jadi bisa punya liputan Presiden, liputan Bencana, selain tentunya liputan travel. Sedangkan di Krakatau..saya jadi bisa tahu, gimana rasanya ngelyat gunung berapi yang masih aktif dari jarak dekat. Totally worth it! 😀
Kalau mau lyat foto-foto Morotai & Krakatau lainnya, click here, here, and here.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s