Setahun.

Sebenernya saya mau tulis ini sejak 29 November lalu, untuk menandakan udah setahun umurnya si blog piyik ini. Tapi apa daya..kebanyakan mau cerita dan kebanyakan males, jadinya baru sempat sekarang.

29 November 2011. Saya baru pulang dari Jambi, Dinas Luar Kota (DLK) pertama saya. Sekaligus beberapa hari setelah satu bulan saya bekerja sebagai jurnalis travel di media online ini.

Saya ingat, tujuan saya bikin blog waktu itu karena merasa apa yang saya tuliskan untuk kantor sangat kurang. Kebanyakan dipotong sana-sini. Banyak cerita-cerita yang tersisa yang nggak dipublish. Akhirnya saya putuskan buat blog ini.

Sempat ragu waktu itu, karena ini bukan kali pertama saya bikin blog. Blog-blog saya sebelumnya berujung jadi tempat pelampiasan kegalauan tak berujung yang isinya nggak karuan, nggak jelas sama sekali. Hehehehe.

Tapi saya ketika itu bertekad, pokoknya harus konsisten dengan isi blog ini. Lebih baik jarang posting tapi kontennya konsisten daripada sering posting eh ujung-ujungnya isinya gegalauan.

WordPress menjadi pilihan saya, karena desainnya yang simpel. Saya pilih nama “traveljournos”, journos as in Journalist in short. Posting pertama saya adalah introduksi, mengenai apa isi konten blog ini nantinya. Dilanjutkan langsung dengan posting kedua tentang perjalanan saya ke Jambi.

Saya barusan baca ulang. Posting kedua saya, My First Duty Trip itu berantakan banget! Saya niat mau cerita dari A-Z soal perjalanan ke Jambi, tapi malah kepanjangan. Dan akhirnya selesai tanpa akhir yang pasti.

Akhirnya di posting kedua, ketiga, dan keempat, saya coba cara bercerita yang lain. Saya coba mengambil satu tema besar, kemudian di dalamnya ada potongan-potongan cerita lain. Saya cukup puas dengan hasilnya πŸ˜€

Gaya bahasa pun mulai berubah, dari Lo-Gue, Lo-Gue-Saya, jadi Saya. Hahahaha, saya baca sendiri pun suka ketawa aneh melihatnya. Entah bagaimana dengan orang lain, ya?

Blog saya tidak banyak mendapat komentar, meski melalui statistik saya lihat pengunjungnya lumayan. Tidak masalah tentu, karena buat saya blog ini adalah sebagai pengingat sekaligus cermin kepada diri sendiri. Adakah yang sudah berubah selama setahun terakhir? Menjadi baik atau buruk? Semua itu bisa saya lihat dari posting terdahulu hingga terkini.

Sekarang, saya posting cukup teratur, setidaknya sebulan sekali. Sempat berhenti beberapa kali, namun saya berusaha memperbaiki. Begitu pula dengan konten, saya usahakan selalu berubah menjadi lebih baik. Mudah-mudahan blog ini akan terus menemani perjalanan pekerjaan ini πŸ™‚

———-

Sekarang tentang pekerjaan. Apa yang sudah dilalui selama setahun ini?

Kalau destinasi, Alhamdulillah segala puji bagi Allah, saya senang sekali berkesempatan mengunjungi banyak tempat di Indonesia tahun ini. Mulai dari Magelang hingga Bali. Morotai hingga Lombok. Terakhir bahkan sempat mengunjungi si kota moderen, Singapura.

Alhamdulillah juga, banyak jalan di luar kerja, alias jalan bersama teman-teman tercinta. Akhirnya saya bisa menyambangi tempat yang semua orang udah pernah datangi: Yogyakarta. Saya juga sempat ke Pulau Peucang yang menurut saya punya pantai terbaik Indonesia. Juga ke Sawarna jelang akhir tahun ini.

Dalam segi pekerjaan, saya berada di titik ternyaman. Meski kadang mendapat tekanan karena banyak yang menganggap remeh pekerjaan ini, overall perlakuan teman kantor, teman-teman yang sering dinas bareng, menghapuskan semua lelah dan amarah.

Semakin hari saya juga semakin paham etika jurnalistik. Saya yang bukan lulusan jurnalistik, dulunya hanya bisa bikin satu berita setiap disuruh liputan. Alhamdulillah, sekarang udah pinter pecah-pecah berita, hehehe.

Asyiknya lagi, tahun ini saya banyak sekali dapat teman baru. Mulai dari teman-teman kantor yang menyenangkan, sampai teman-teman DLK yang seru-seru. A rich man is a man with thousands friends, right? πŸ™‚

Saya berada di titik ternyaman, tapi sekaligus membuat saya takut. Saya takut rasa nyaman ini menjebak dan mengkungkung saya sehingga tidak berkeinginan untuk mengembangkan diri. Karena itulah setiap kritik dibutuhkan, setiap tamparan diperlukan, untuk membuat saya jadi lebih ingat ‘daratan’.

Selanjutnya?Jujur akhir tahun ini saya sedang merasa lelah, tidak ada destinasi tertentu yang ingin saya kunjungi. Ada sih, saya pengen banget ke Hong Kong, Tokyo atau NYC tapi nggak ada duitnya hehehe. Mungkin ada baiknya untuk beristirahat sejenak, menikmati Jakarta dan seisinya,ya?

Bukan berarti dalam pekerjaan tidak ada keluhan, karena saya percaya, dengan keinginan yang tidak ada batasnya, tidak mungkin manusia tidak mengeluh. Ada kalanya saya mengeluh lelah, capai. Tapi apa gunanya berkeluh kalau tidak bergerak mencari perubahan?

Semoga 2013 menjadi tahun yang baik bagi kita semua, amin. *kata-kata penutup yang sangat tidak nyambung*

Advertisements

2 thoughts on “Setahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s