Mengudara

Manusia akan berserah pada Tuhan di saat dia merasa lepas, tanpa pegangan. Makanya saya percaya pesawat adalah salah satu tempat dimana doa paling banyak dipanjatkan, bahkan seorang Atheis pun mungkin akan mendadak menggumamkan nama Tuhan dalam setiap detak jantungnya saat pesawat yang ditumpanginya mengalami guncangan.

Udah bukan rahasia kalau saya itu takut banget naik pesawat. Statistically, jumlah kecelakaan pesawat memang lebih dikit dibanding kecelakaan kendaraan darat seperti kereta dan mobil. But come on, berada di atas langit dengan ketinggian 3000 kaki, siapa yang tahu?

Sayangnya pekerjaan saya nggak memberikan sedikit pun lahan kompromi atas ketakutan saya akan naik pesawat. So everytime i hop on a plane, I just close my eyes and whispered every prayer I known. Setiap naik pesawat, saya mendadak hafal ayat kursi.

So far, doa-doa dan tidur berhasil meredam ketakutan dan membuat saya tenang selama di udara. Sampai beberapa waktu lalu, ketika saya menggunakan pesawat ATR (baling-baling) ketika ditugaskan ke Buton, Sulawesi Tenggara.

Mampus deh, batin saya. Pesawat biasa aja saya deg-degan, apalagi pesawat baling-baling. Dalam bayangan saya, pesawat baling-baling itu kecil dan benar-benar depends on their baling-baling di sayapnya.

Sesaat sebelum berangkat naik pesawat tersebut, teman-teman wartawan yang berangkat sama saya membaca ketakutan (yang pastinya) jelas terlihat di wajah saya ini. “Hayo lho, nanti itu baling-balingnya kita putar sendiri lho!,” dan “Kalau mau naik pesawat ATR, harus timbang berat badan dulu lho! Kalau terlalu berat nggak bisa terbang nanti pesawatnya,”. Mampus, pikir saya. Badan lagi gede-gedenya banget ini!

So then we get on the plane, dan saya melihat pesawat merpati MA60 yang akan saya naiki. Sesaat saya ingat kata-kata ayah saya di bbm sebelum saya berangkat: “MA60 itu pesawat China, lho.”. Nah. Bukannya mau mendiskreditkan pesawat buatan negeri tirai bambu ya..tapi…….

Merpati Airlines MA60

Merpati Airlines MA60

Anyway, saya kumpulin semua sisa keberanian dan naik ke pesawat itu. Dari luar memang pesawatnya kecil, ternyata dari dalam…emang kecil, hehehe. Pesawat ini memang hanya mampu menampung 56 penumpang, dengan dua pramugari. Kursinya pun kecil, kalau badan saya gedean dikit udah pasti gak muat deh hehehe.

Lalu mesin pesawat mulai dipanaskan (?). Baling-baling di sayap kanan dan kiri mulai berputar dan bunyinya aduhai, sungguh bikin saya parno. Pesawat pun mulai berjalan di landasan, berputar dan siap-siap akan lepas landas.

Saya lupa pernah baca di mana, bahwa saat-saat paling critical dari sebuah penerbangan itu adalah ketika pesawat lepas landas dan akan mendarat. Jadi tentu saja saat akan menanjak lepas landas, saya pejamkan mata, tangan berpegangan erat pada pegangan kursi dan merapalkan semua ayat-ayat suci yang saya ingat.

Alhamdulillah, proses lepas landas berjalan lancar, tanpa guncangan. Bunyi baling-baling memang membuat takut, tapi mungkin karena saya tidak terbiasa. Pesawat pun akhirnya terbang di ketinggian 1000 kaki dpl, dari Makassar menuju Bandara Betoambari di Kota Bau-Bau, Buton.

Dan alhamdulillah, selama perjalanan tidak terjadi apa-apa. Tidak ada guncangan karena memang saat itu cuaca cerah. Pendaratan pun dilakukan dengan sangat mulus. Bravo pak pilot Merpati!

Pesawatnya nggak besar, tapi juga nggak kecil-kecil banget

Pesawatnya nggak besar, tapi juga nggak kecil-kecil banget

Kata teman saya, pilot pesawat ATR justru lebih jago daripada pesawat-pesawat besar. Mereka piawai membawa pesawat terbang rendah dan tentunya tergantung pada kecepatan angin di sekitarnya.

Penerbangan pertama berjalan lancar, Alhamdulillah saya masih di sini, masih bisa menulis blog ini. Tapi bukan berarti saat perjalanan pulang dari Buton saya sudah bisa santai..Saya tetap deg-degan, tetap repot baca doa but in the end saat pesawat sudah mengudara saya tedooor pulaass :)))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s