Jakarta Rasa Raja Ampat

Seperti yang udah pernah ditulis disini, gue tuh suka banget sama Jakarta. Udah 7 tahun lebih kuliah+kerja di ibukota, gak ada bosen-bosennya. Malah, ada aja yang bikin gue amazed sama kota ini.

Jadi ceritanya, gue nemu tempat keren baru di Jakarta. Well, nggak baru sih..lebih tepatnya gue baru tahu. Tempat ini berada di Jakarta Utara, wilayah Jakarta yang jaraaang banget gue kunjungi. Jadi berhubung rumah gue di Bogor dan wilayah Jakarta Utara itu minim akses ke stasiun kereta, gue selalu males kalau ada acara di sana. Kalau terpaksa banget, misalnya kalau ada liputan, baru deh gue mau kesana. Yang baru gue jangkau itupun paling Kelapa Gading doang, itu aja rasanya malesin.

Nah, weekend kemaren gue, Doddy & Sastri impulsively main ke Jakut, tepatnya ke Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke. Ternyata kalau naik mobil pribadi, nggak begitu jauh lho ke Angke. Perjalanan dari Warung Buncit (Jaksel) ke TWA hanya memakan waktu satu jam saja, itu juga karena kita sempet nyasar.

TWA Muara Angke berada di kawasan Pantai Indah Kapuk, tepatnya di belakang gedung Yayasan Buddha Tzu Chi. Kalau sudah sampai di PIK, nggak sulit mencarinya karena banyak penunjuk jalan menuju tempat wisata ini. Biaya masuknya adalah Rp25 ribu/orang dan Rp10 ribu untuk anak-anak. Dikenakan juga biaya tambahan sebesar Rp10 ribu untuk mobil.

Nah ternyata, untuk masuk kawasan TWA ini juga banyak syaratnya. Yang paling aneh menurut gue sih adalah nggak boleh bawa kamera profesional! Jadi kamera digital ataupun SLR itu harus ditinggal, kecuali bayar satu juta rupiah. Ini karena memang TWA dikomersialisasi untuk foto pre-wed maupun iklan. Sayang sekali sih, tapi untungnya kamera ponsel masih boleh masuk.

Jadi sebenarnya apa sih isi TWA? Kawasan dengan luas 99,82 hektar ini merupakan area pelestarian tanaman bakau alias mangrove sekaligus juga sarana ekowisata. Ada beberapa cottage juga puluhan tenda permanen kalau mau coba bermalam di kawasan hutan bakau ini.

2014-09-28 16.01.30    IMG-20140929-WA0000

TWA juga punya fasilitas wisata air, yaitu motor boat (Rp350 ribu/6 orang), perahu (Rp100 ribu/4 orang) dan kano (Rp50 ribu/2 orang). Semuanya bisa disewa dengan waktu 45 menit, untuk berkeliling di danau sambil memandangi vegetasi-vegetasi hutan bakau. Kita juga bisa ikut nanam bakau di TWA, dengan harga paket mulai Rp150 ribu.

Kalau kangen sama pemandangan hijau-hijau, TWA ini tempat yang tepat! Lo bisa jalan-jalan di area TWA yang didominasi nuansa kayu dan jembatan-jembatan yang berdiri di atas rawa-rawa. Bisa juga mendayung santai di danaunya, sambil nunggu sunset ditemani suara burung-burung, bahkan kadang ada biawak lho! Di TWA ini juga masih banyak spesies burung-burung liar yang cakep buat jadi obyek foto.

IMG-20140928-WA0048

Saran gue sih, kalau baru pacaran atau lagi pedekate sebaiknya jangan main perahu dayung. Kelihatannya emang ngedayung itu gampang ya, santai lagi… but trust me, its not! Jadi waktu kita ngedayung bertiga, itu malah jadi ketawa mulu bawaannya. Yang salah arah lah, yang tau-tau malah jadi nyungsep ke arah semak-semak lah.. dan berat banget, salut deh sama atlit-atlit pedayung! :)) BTW kalau lagi ngedayung itu muka suka gak kekontrol tampangnya, makanya gue bilang sebaiknya jangan kalau pacaran masih seumur jagung atau lagi pedekate. Tapi kalau pacarannya udah lama, nah boleh tuh dicoba ngedayung untuk ngetes apakah pasangan lo mampu mengarahkan ke jalan yang benar :))

IMG-20140928-WA0036
Anyway, we’re having a really great time di TWA. Setelah puas dan capek ngedayung, kita naik ke salah satu menara bird-watching di sana. Pemandangannya itu kayak di Raja Ampat, atau kalau temen gue bilang kaya Amazon. Kita bisa lihat danau tempat main perahu tadi, juga garis pantai di luar area TWA. Kelihatan juga, betapa banyak pembangunan yang lagi dilakukan di Pantai Indah Kapuk dan sekitarnya.

IMG-20140928-WA0050

Kami main di TWA sampai selepas maghrib. Karena lapar, lanjut cari makan di PIK yang memang banyak banget pilihan makanannya. Ohiya, di TWA juga ada kafe dan restoran kalau nggak tahan laper pas main di sana.

So, Jakarta Utara was really rocks! Nggak nyangka ada tempat kaya gini di ibukota. Jadi, kalau bosen sama suasana kota nggak perlu jauh-jauh naik pesawat atau kereta, cukup ke TWA aja! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s