A Girl and Her Dream

Setiap perempuan punya mimpi yang berbeda. Ada yang bermimpi bertemu pangeran impiannya, ada juga yang bermimpi ingin keliling dunia. Some girls dream about being a successful career woman, while some longing to be a good wife for her little family.

Untuk sepupu saya, salah satu dari mimpinya sederhana: ingin memeluk gajah.

———

Sepupu saya, Dini Akbari, suka sekali dengan gajah. Saya tidak ingat sejak kapan, tapi saya tahu kamarnya penuh dengan gajah dalam berbagai macam bentuk. Ia punya boneka gajah yang dinamakannya Momos, dan masih banyak lagi barang-barang kecil berbentuk mamalia darat terbesar di dunia ini. Teman dan keluarganya tahu itu, dan setiap kami melihat mainan/merchandise gajah, pasti tak lupa membelikan untuknya. Saya ingat dia pernah menangis terharu saat saya mengirimkan video bayi gajah sedang berlarian di Kebun Binatang Ragunan yang saya rekam saat sedang meliput kesana. She just really in love with the elephant. Puncak kecintaannya adalah ingin memeluk gajah, tidak hanya sekedar melihatnya dari balik kandang di kebun binatang.

Kemana lagi melihat gajah di alam liarnya, kalau bukan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung? Sudah lama sekali ia ingin mengunjungi taman nasional tertua di Indonesia tersebut, tapi sayang waktu belum mengizinkan. Hingga akhirnya, atas keputusan yang sangat impulsif, libur long weekend Natal kemarin ia memutuskan untuk mewujudkan mimpinya, ke Way Kambas.

So off we go then. Me, Dini, and her sister, Amie. It’s been a while since the three of us went traveling, due to our busy days of working. Sepanjang jalan, bahkan sebelum pergi, sepupu saya sudah membayangkan apa yang akan ia lakukan nanti di Way Kambas. Memeluk bayi gajah, berfoto dan bermain bersama.

Dari Bandar Lampung menuju Way Kambas hanya dibutuhkan waktu dua jam berkendara. Semakin dekat dengan tujuan, wajah sepupu saya semakin terlihat senang. “Uni deg-degan,” ujarnya. Saya tahu perasaan itu, perasaan ketika jarak antara mimpi dan kenyataan hanya tinggal sejengkal saja šŸ™‚

Sampailah kami di Way Kambas. Awalnya agak kecewa, karena di area pengunjung hanya terlihat gajah tunggangan, tidak ada gajah liar. Apa bedanya Way Kambas dengan Ragunan?

Tapi kemudian kami melihat satu anak gajah di dekat danau. Sendirian, tanpa pawang, berjalan kesana kemari. We approach him, and give him some food. Sepupu saya awalnya takut, tapi kemudian ia dengan berani mendekati gajah kecil ini dan memeluknya.. her dream do come true!

IMG_8873 Dan ternyata, di dekat danau masih banyak gajah-gajah liar lainnya. Semakin puaslah ia berfoto dan bermain bersama gajah-gajah ini. Sepanjang hari kami habiskan di Way Kambas, dan ia pulang dengan senyum lebar di wajahnya.

IMG_8987IMG_9127IMG_9125IMG_9135IMG_9138
—–

Setiap perempuan punya mimpi yang berbeda. Ada yang bermimpi bertemu pangeran impiannya, ada juga yang bermimpi ingin keliling dunia. Some girls dream about being a successful career woman, while some longing to be a good wife for her little family.

Mimpi kami memang berbeda, but there’s one thing in common: That glowing smile when her dream comes true šŸ™‚

IMG_9179IMG_9180

Advertisements

2 thoughts on “A Girl and Her Dream

  1. Yang ga banyak disadari manusia, kalo mimpi itu cuma sebatas ujung jari. Mangkanya ada istilah “kejarlah mimpi hingga napasmu berakhir”. Ga ada mimpi yang mustahil diraih…. sukses terus ya Muti. Hahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s